Digital Marketing

Belajar Teknik Copywriting: Cara Menjual Lewat Tulisan

Kenapa Kamu Butuh Copywriting? Teknik Copywriting gunanya buat apa sih? Untuk meningkatkan konversi dari penjualan Copywriting juga berguna untuk menjelaskan detail produk...

Written by Fitria dan Nanda · 2 min read >
kenapa kamu butuh teknik copywriting

Kenapa Kamu Butuh Copywriting?

Teknik Copywriting gunanya buat apa sih?

  1. Untuk meningkatkan konversi dari penjualan
  2. Copywriting juga berguna untuk menjelaskan detail produk supaya tidak terlihat membosankan
  3. Melalui copywriting pula, kamu bisa memainkan emosi dari konsumen/calon pembeli
  4. Di copywriting mengandung CTA (Call to Action) yang secara tersirat memberikan intruksi kepada calon pembeli untuk melakukan pembelian
  5. Melalui copywriting, kamu juga bisa mengidentifikasikan konsumen seperti apa sih yang nantinya akan membeli produkmu.

Nah itu adalah 5 kegunaan utama dari copywriting, tetapi sebenarnya apa sih copywriting itu?

kenapa kamu butuh teknik copywriting

Teknik Copywriting itu Apa Sih?

Copywriting terdiri dari 2 kata, yaitu copy dan writing. Copy adalah tulisan yang sering digunakan pada penjualan, misalnya di iklan, landing page, website ataupun brosur. Sedangkan kalau digabung artinya copywriting adalah teknis menulis copy.

Jadi secara sederhananya adalah teknis membuat tulisan yang mampu membuat konsumen semakin tertarik dengan produk. Salah satu faktor naiknya sebuah konversi penjualan berasal dari copywriting juga loh.

Pasti ada yang bertanya, “nulis doang apa susahnya sih?”

Eits, nggak semudah ituloh buat copywriting. Kamu perlu menerjemahkan produk yang kamu jual dalam bentuk tulisan. Jadi ketika orang membaca tulisan tersebut, akan timbul persuasif dalam dirinya.

Mindset Copywriter

midset copywriter

Sebelum belajar bagaimana sih teknik copywriting yang pas, kamu wajib memahami mindset sebagai copywriter terlebih dahulu.

Kenapa?

Soalnya kalau membuat copywriting tetapi nggak paham mindsetnya, kamu hanya akan mengikuti template. Template akan mebuat copywriting yang kamu buat makin kaku. Jadi pahami dulu mindsetnya.

#1 Teknik Copywriting Bukan Hanya Penulis

Hal-hal yang berbau writing nggak mesti identik dengan penulis. Bentuk copywriting semakin berevolusi dari tahun ke tahun. Hingga sekarang copywriting juga berbentuk gambar, video maupun audio. Sehingga nggak harus dari penulis untuk jadi copywriter.

Belajar copywriting berarti belajar psikologi manusia. Sebab ketika membuat copywriting, wajib menimbulkan efek persuasif ketika calon konsumen membaca. Secara tidak langsung, kamu wajib ‘menyelami’ otak mereka, mengetahui masalah-masalah yang berkaitan denga produkmu. Kemudian dari situ, kamu akan mendapatkan materi yang diubah jadi copywriting.

But hey, nggak harus jadi psikolog sungguhan kok.

#2 Nggak Ada yang Peduli Sama Kamu

Pada dasarnya sifat dasar manusia adalah egois. Mereka hanya mau mempedulikan dirinya sendiri. Jadi ketika membuat copywriting, jangan hanya peduli dengan dirimu sendiri. Kamu wajib peduli juga dengan calon konsumen kamu.

Contohnya kayak gini:

contoh copywriting salah

Bosen banget kan? Mereka nggak akan peduli dengan sejarah bisnis kamu. Pasti kebanyakan dari netizen juga nggak akan baca.

Nah supaya mampu mempersuasi calon konsumen, sajikanlah informasi yang bermanfaat bagi mereka.

#3 Buat Calon Konsumen Mendapatkan Rasa Eksklusif

Siapa sih yang nggak suka rasa ‘eksklusif’? Hampir semua orang menyukai rasa eksklusifitas. Kamu bisa memainkan copywriting supaya menjadi eksklusif hanya untuk 1 orang saja. Sederhananya sih, buatlah copywriting yang seolah-olah kamu hanya menjual kepada 1 orang.

Padahal kan alasan setiap orang untuk membeli produk kan beda-beda. Jadi usahakan untuk membuat copywriting yang berbeda juga.

Gunakan Teknik Aida

Teknik copywriting aida

Teknik yang paling populer dalam membuat copywriting adalah AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Teknik seperti apakah itu?

  1. Attention

Kamu bisa mendapatkan attention dari netizen di 8 detik pertama melalui headline kamu. Jadi umumnya headline itu pasti menarik.

  1. Interest

Supaya membuat copywriting makin menarik, tambahkan fakta berupa data, statistik ataupun sebuah study kasus.

  1. Desire

Jangan lupa tambahkan manfaat yang nantinya akan diterima oleh calon konsumen. Sehingga calon konsumen bisa membayangkan betapa bergunanya produk tersebut.

  1. Action

Di akhir copywriting, tambahkan action. Action berupa CTA, sehingga bersifat megajak calon konsumen untuk langsung melakukan pembelian.

Gimana? Sudah paham belum tentang teknik copywriting? Kalau belum, boleh banget komen di kolom komentar ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *